Rasa ingin berbagi dan belajar menjadi inspirasi untuk memulai kehidupan dengan cinta dan kasih sayang. Sehingga dengan demikian tercapailah tujuan hidup manusia. Goresan pena merupakan awal untuk mencapai keindahan walaupun coretan tersebut hanyalah kumpulan goresan dari seorang anak manusia yang sangat fakir akan ilmu! Namun demikian, semoga goresan ini bermamfaat bagi penulis sendiri serta menjadi inspirasi untuk semua.

Rabu, 08 Mei 2013

Pengantar Ilmu Hadist


1.      Pengertian Hadist, Sunnah, Khabar, Atsar, dan Hadist Qudsi secara bahasa maupun istilah, serta fungsi mempelajarinya.
Hadist menurut bahasa adalah Al-Jadid (sesuatu yang baru) atau Khabar (berita). Sedangkan pengertian hadist menurut istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, penetapan, sifat, dan hal ikhwalnya sebelum diangkat menjadi rasul maupun sesudah diangkat menjadi rasul.
Menurut bahasa Sunnah adalah At-Thoriqatu mahkmudatan kanat au mazmumatan (jalan yang terpuji atau yang tercela). Sedangkan menurut istilah, ulama berbeda pendapat tentang pengertian Sunnah, menurut ulama hadist, Sunnah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, perangai, budi pekerti, dan perjalanan hidup baik setelah di angkat menjadi Rasul maupun sebelum.
Ulama ushul mengartikan Hadist sebagai, segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW selain Al-Quran, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan dalil bagi hukum syara’.
Khabar menurut bahasa adalah berita (warta) yang disampaikan dari seseorang kepada seseorang. Sedangkan menurut istilah adalah berita ataupun warta yang berasal dari Nabi SAW, sahabat, maupun tabi’in.
Atsar menurut bahasa adalah bekasan sesuatu atau sisa dari sesuatu. sedangkan Atsar menurut istilah adalah sesuatu yang disandarkan kepada nabi, sahabat, dan tabi’in atau segala sesuatu yang diriwayatkan oleh sahabat dan dapat disandarkan kepada perkataan Nabi SAW.
Dan secara bahasa Hadist Qudsi adalah hadist yang suci, dimana qudsi dinisbatkan kepada kata qudus. Secara istilah hadist qudsi adalah hadist-hadist yang makna dari hadist tersebut disandarkan kepada Allah SWT.
Adapun fungsi dari mempelajari hadist adalah untuk mengetahui hikmah-hikmah yang terkandung di dalam sebuah hadist dan dapat mengambil sebuah iktibar dari peristiwa-peristiwa pada masa Rasulullah SAW, serta dapat mengimplementasiakan semua literature dan kebiasaan hidup Rasulullah SAW, sehingga menjadi pribadi yang sesuai dengan sunnah atau hadist Rasulullah SAW.

2.      Pengertian Ilmu Hadist secara bahasa dan istilah serta perbedaan antar ilmu hadist dan hadist.
Secara bahasa Ilmu hadist merupakan dua kumpulan kata yang berasal dari Bahasa Arab yang terdiri dari kata ilmu dan hadist, ilmu bermakna mengetahui, atau mengerti atau ilmu pengetahuan, sedangkan hadist bermakna perkataan Nabi SAW. Menurut istilah ilmu hadist adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang disandarkan atau cara-cara persambungan hadist sampai kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, maupun sifat Nabi SAW sendiri, serta mempelajari kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan sanad, matan serta rawi dalam hadist.

Share:

Jumat, 08 Maret 2013

Aiyub A.S lambang kesabaran


Aiyub A.S adalah lambang kesabaran umat manusia, kesabaran, dan keteguhan hatinya telah mematahkan semangat iblis yang telah bersumpah untuk menyesatkan anak cucu adam hingga akhir dunia.
Kehidupan yang bahagia, megah, dan sejahtera hilang seketika. Harta yang melimpah yang berupa, kebun beribu-ribu hektar, hewan ternak yang sangat banyak, istana yang megah sebagai harta titipan Allah SWT kembali kepada Allah SWT. Namun, hilang nya harta dan semua kemewahan yang dimiliki oleh Aiyub A.S juga tidak menggoyahkan keimanan dan ketakwaan Aiyub A.S kepada Allah, SWT.
Aiyub A.S semakin diuji oleh Allah, SWT ketika semua anak-anak nya yang saleh meninggal dunia dalam musibah kebakaran. Ketika iblis yang meyerupai seorang yang bijak lagi beriman yang hendak menyampaikan berita duka kepada Aiyub A.S tercengang dengan ketabahan Aiyub A.S. Aiyub A.S sedikit menangis tersedu-sedu ketika semua anak-anak nya meninggal dalam musibah kebakaran tapi keimanan dan ketakwaan Aiyub A.S tidak pudar sedikitpun, oleh karena semua ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah, SWT.
Share:

Jumat, 01 Februari 2013

Hidup

Deraian air mata tidak akan pernah mengalahkan lebatnya hujan yang turun membasahi bumi, namun kenikmatan ilahi selalu melebihi apapun hanya bagaimana cara setiap pribadi menyikapinya. Cinta selalu ada dimana setiap makhluk melangsungkan kehidupan hanya hati yang sedang kecewa menafikan adanya cinta.
Kekecewaan adalah sebuah pembelajaran hidup dimana banyak pribadi yang lupa akan setiap ilmu yang mereka dapati, hati yang ikhlas membuka mata yang tertutupi oleh silauan keindahan dunia.
Dunia merupakan tempat yang tidak seindah surga juga tidak seburuk neraka, akan tetapi dari dunia setiap pribadi dapat melihat indahnya surga serta suramnya neraka.
Cinta dapat membawa kepada surga, karena dengan cinta surga itu ada.
Hidup dengan penuh rasa cinta antar sesama merupakan langkah awal menuju cinta ilahi yang tidak akan pudar oleh masa.
Share:

Minggu, 20 Januari 2013

Hubungan Masyarakat dengan Pendidikan


Masyarakat dan pendidikan merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, masyarakat membutuhkan pendidikan begitu pula sebaliknya, tanpa masyarakat pendidikan tidak akan berjalan dengan baik karena di dalam pendidikan terdapat unsur masyarakat seperti guru, peserta didik dan lain-nya, begitu pula sebaliknya tanpa ada pendidikan masyarakat akan menjadi bodoh dan tidak mempunyai ilmu pengetahuan.
Selain itu masyarakat juga dipandang sebagai “laboratorium dimana anak belajar, menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur masyarakat”.[1] Dan masyarakat berfungsi sebagai “penerus budaya dari generasi selanjutnya secara dinamis sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat melalui pendidikan dan interaksi sosial”.[2] Yang sehingga sangat mustahil bila kedua unsur ini yakni pendidikan dan masyarakat dipisah dan tidak berkaitan dan apabila kedua hal tersebut tidak menyatu maka akan menghasilkan hasil didikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
Share:

Kamis, 03 Januari 2013

KARAKTERISTIK PRINSIPIL DARI AKHLAK ISLAM DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN


KATA PENGANTAR
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Akhlak diartikan sebagai budi pekrti atau kelakuan, Akhlak merupakan bentuk jama’ dari kata Khuluk yang berasal dari kata Arab atau Bahasa Arab. Menurut Prof. Dr. Ahmad Amin Akhlak adalah kehendak yang biasa dilakukan sedangkan menurut Al-Ghazali Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam hati yang menimbulkan kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa pemikiran sebagai pertimbangan, dan menurut Muhammad bin Ali Asy-Syarif Al-Jurjani Akhlak adalah sifat yang tertanam kuat dalam diri yang melahirkan perbuatan dengan mudah dan ringan tanpa berfikir dan merenung.
Dari berbagai pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang dinamakan Akhlak tersebut adalah segala bentuk sifat manusia yang berasal dari hati dimana tidak ada paksaan dari pihak mana pun dalam tindakannya. Dalam Islam orang yang mulia adalah mereka yang mempunyai Akhlak yang mulia, untuk mencapai Akhlak mulia setiap insane harus melalui ilmu karena ilmu di dalam Islam adalah jembatan untuk mencapai kebahagiaan baik di akhirat maupun di dunia.
Selain itu Akhlak Islamiyah telah di atus sedemikian rupa sehingga dengan demikian semua tingkah laku dan ruang lingkup akhlak itu sendiri dapat terindikasi atau dalam bahasa yang yang lebih sederhana bahwasanya Akhlak itu mempunyai karakteristik, dalam masalah ini adalah karakteristik akhlak islamiyah yang akan dikupas lebih jelas didepan dimana yang telah ditulis oleh Siti Junainah yaitu seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan pada STAIN Malikussaleh fakultas Syariah jurusan Hukum Islam.
Dalam tulisan tersebut tidak sedikitpun ditambah maupun dikurangi apa-apa saja yang terdapat dan menjadi tulisan seorang wanita kelahiran 23 September 1992 tersebut.[1]
      
KARAKTERISTIK PRINSIPIL DARI AKHLAK ISLAM DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN

Peraturan-peraturan umum yang mengendalikan prilaku muslim tidak sederhana dan semena diberlakukan, peraturan hukum yang beasal dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Keduanya adalah wahyu Allah dan dimaksudkan kepada Rahmat bagi manusia. Seorang muslim tidak boleh ditegur karena ia melakukan pelanggaran terhadap ajaran-ajaran dan hukum islam, jika terdapat alasan yang memaksa dan tak terhindarkan yang timbul baik dari kondisinya sendiri atau dari keterpaksaan eksternal...        

Meskipun melaksanakan islam tidak mutlak wajib sampai seseorang telah melewati masa puberitas, adalah direkomendasi agar anak-anak tumbuh dalam sebuah suasana yang islami, dengan demikian dapat memfasilitasi pengalaman mereka di kemudian hari....

Karakteristik-karakteristik dan peraturan-peraturan yang prinsipil dari akhlak islam untuk berbagai aspek kehidupan dapat diringkaskan sebagai berikut:
Ø  Hampir dalam segala hal, keyakinan (dan bukan sangkaan) diharuskan. Seorang muslim harus mempertimbangkan bagaimana akibat dari sesuatu hal, kemudian jika hasil dari yang akan muncul itu berharga dan baik, maka ia harus melakukannya, jika sebalikya ia harus mundur.
Ø  Keramahan dan sopan santun dalam bergaul dengan orang lain merupakan hal yang esensial.
Ø  Bersih, dan suci tubuh, tempat, pakaian danm lain-lain harus menjadi salah satu sifat-sifat yang menonjol dari kehidupan seorang muslim.
Ø  Cantik, elegan teratur adalah nilai-nilai yang perlu diperhatikan oleh orang islam dan kalau mungkin didapatkan.
Ø  Menurut islam, suatu perbuatan baik yang dilakukan dengan secara terhormat akan memperindah perbuatan tersebut. Sebaliknya jika tidak mengindahkan apapun akan merusak kebaikan yang ada didalamnya.
Ø  Semua perbuatan seorang muslim harus mengekspresikan suatu sikap kerendahan hati.
Ø  Seorang muslim diperintahkan untuk menghidari perbuatan apapun yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain baik secara fisik, mental maupun moral.
Ø  Dalam kehidupan sehari-hari, diam itu lebih disukai daripd berbicara hal-hal yang tidak penting.
Ø  Seorang muslim harus selalu menjaga imannya
Ø  Seorang muslim harus bersifat qonaah (puas diri) dan hanya boleh meminta pertolongan muslim yang lain ketika keadaan mendesak dan sangat penting.
Ø  Menjaga identitas seksual merupakan hal yang sangat penting. Peniruan laki-laki oleh perempuan atau perempuan oleh laki-laki dalam cara berpakaian, berjalan dan lain-lain adalah haram.
Ø  Salah satu karakteristik akhlak islam yang paling efektif untuk menciptakan keseimbangan dan keselarasan dalam kehidupan individu dan masyarakat adalah kedisiplinan.
Ø  Seorang muslim tidak sepatutnya menyuruh atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu yang ia sendiri tidak suka melakukannya.
Ø  Menggunakan kaki atau tangan kanan dalam melakukan sesuatu seperti memberi, menerima berjabat tangan, makan, minum, berjalan, dan lain-lain yang bermanfaat.
Ø  Makan, minum, memakai baju dan lain-lain sepanjang motifnya bukanlah rasa takabur dan sombong. Hidup berlebih-lebihan adalah tercela.
Ø  Kendatipun bermewah-mewahan itu tercela, tidak berarti bahwa seorang muslim tidak boleh memilki ruang atau menikamati hidup. Bekas-bekas dari nikmat Allah yang dianugrahkan kepadanya harus tampak bagi orang lain.
Ø  Menjadi orang yang bermurah hati dan tidak tamak merupakan ssuati sifat yang baik dan membuat hati tentram.
Ø  Bersyukur kepada Allah harus mrenjadi karakteristik hidup seorang muslim, apakah ketika memperoleh nikmat dariNya atau ketika ia sedang dipuji olehNya. Rasa syukurnya dinyatakan dalam bentuk kesabaran dan keteguhan hati.
Ø  Fleksibilitas dan toleransi adalah juga sifat dan akhlak islam. berbicara secara luas, tindakan apapun dapat ditolerir dan diterima jika beradab (yaitu memperhatikan pihak orang lain) dan respek tabel (yaitu tidak menyerang individu dan masyarakat) asalkan ia tidak termasuk kedalam kategori tercela dan terlarang.
Ø  Patuh dan melaksanakan perintah dan kehendak orang lain boleh dilakukan asal tidak bertentangan dengan ajaran islam, jika bertentangan maka ajaran-ajaran islam harus diperioritaskan.

By. Siti Junainah.
Publising. R.A.

[1] Batas akhir tulisan publisher (kata pengantar).
Share:

Senin, 17 Desember 2012

Strategi kepemimpinan Khulafaur Rasyidin

o   Abu Bakar Ash-Shidiq
1.      Menerapkan cara memimpin sebagaimana yang diterapkan oleh Rasulullah SAW.
2.      Mengutamakan agama sebagaimana beliau memberantas kaum musyrik dan orang yang ingkar terhadap zakat.
3.      Memecahkan masalah internal yang terdapat di dalam kubu umat Islam pada masa itu.
4.      Setelah permasalahan ummat terselesaikan barulah beliau meningkatkan pada lingkup yang lebih luas yaitu permasalahan di dalam negeri.
5.      Dan pada akhirnya setelah permasalahan di dalam negeri terselesaikan maka beliau memulai langkahnya ke luar negeri dengan membebaskan beberapa daerah dengan tujuan penyiaran Islam dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Dalam hal ini Abu Bakar merupakan seorang sosok pemimpin yang tegas, dan teguh memegang kebenaran, serta beliau sangat gentar di dalam memberantas gerakan yang menyalahi aqidah tanpa member sedikitpun ruang untuk mereka bergerak, Abu Bakar lebih mengutamakan pembangunan aqidah para umat ketika itu sebelum beliau mulai membangun ketahap selanjutnya.


o   Umar bin Khatab
Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang tegas dank eras, sehingga beliau mendapat julukan, “singa padang pasir”, dibawah kepemimpinanya Islam berkembang dengan pesat karena beliau sangat banyak melakukan ekspasi, masanya juga dikenal dengan, “futuhat al-islamiyyah” (perluasan wilayah Islam).
Adapun strategi yang dilakukan adalah:
a.       Meneruskan perjuangan khalifah Abu Bakar dengan memperluas wilayah Islam melalui ekspansi militer.
b.      Menertibkan administrasi Negara dengan membentuk Baitul Mal.
c.       Menyusun kepala-kepala daerah karena ketika itu wilayah Islam sudah sangat luas.
d.      Membentuk beberapa dawan dan organisasi untuk mempermudah pemerintahan dan efektifitas tanggung jawab.

o   Ustman bin Affan
Ustman bin Affan adalah seorang yang kaya raya dan dermawan, pada masa Rasulullah SAW beliau menjadi sekretaris Rasulullah SAW dan pada masa Abu Bakar beliau menjadi penasehatnya.
Strategi yang dilakukan oleh Ustman bin Affan adalah:
1.      Membangun bendungan agar terhindarnya banjir dikota-kota.
2.      Membangun jembatan-jembatan, jalan-jalan serta berbagai infrasruktur yang memudahkan masyarakat ketika itu.
3.      Memperluas mesjid nabawi.
4.      Serta mengangkat orang-orang yang dianggap mampu sebagai khalifah-khalifah di daerah dan mengisi jabatan penting lainya.

  
o   Ali bin Abi Thalib
Selama masa kepemimpinannya banyak pergolakan-pergolakan yang terjadi, hampir tidak ada hari-hari yang dianggap stabil. Diantara langkah-langkah yang diambil dalam masa pemerintahannya adalah:
1.      Menonaktifkan pejabat yang diangkat oleh Ustman bin Affan karena menurut beliau pemberontakan yang terjadi merupakan sebab dari keteledoran mereka.
2.      Menarik kembali tanah-tanah yang di hadiahkan khalifah Utsman bin Affan kepada penduduk dan keluarganya.
3.      Mengembalikan fungsi Baitul Mal.

By. Restu
Note: Dikutip dari berbagai buku.
Share:

Selasa, 27 November 2012

Pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin


Model- model pemilihan kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin
o   Model pemilihan Abu Bakar sebagai khalifah
Semasa hidup nya, Rasulullah tidak pernah menitipkan pesan dan menunjuk siapa kelak yang akan menjadi pengganti dan penerus atas kepemimpinan-nya, sehingga sepeninggal beliau terjadilah beberapa perselisihan ketika proses pengangkatan khalifah khusus nya antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, dan pada akhirnya setelah dilakukan musyawarah ditemukan sebuah kesepakatan bersama.
Sepeninggal Rasulullah Abu Bakar menjadi khalifah penggantinya dengan cara Demokrasi/Musyawarah/Konsensus antara kaum Anshar dan Muhajirin. Adapun dasar kesepakatan tersebut adalah:
a.       Abu Bakar adalah orang pertama orang yang mengakui peristiwa Isra’ Mikraj.
b.      Beliau juga orang yang ikut bersama Rasulullah SAW ketika hijrah ke Yastrib.
c.       Ia juga orang yang sangat gigih dalam melindungi orang yang memeluk agama Islam dan ketika Rasulullah SAW sakit, Abu Bakar menggantika nya sebagai imam.
Adapun proses pemilihan nya adalah, pada awalnya kaum Anshar menawarkan Saad bin Ubadah sebagai khalifah dari golongan mereka, dan Abu Bakar menawarkan Umar bin Khatab dan Abu Ubaidah serta berkata kaum Muhajirin telah di istimewakan oleh Allah SWT karena pada permulaan Islam mereka telah mengakui Muhammad sebagai nabi dan tetap bersamanya dalam situasi apapun, sehingga pantaslah khalifah muncul dari kaum Muhajirin.
Dan kemudian Umar menolak usulan dari Abu Bakar dan berkata Abu Bakarlah yang pantas menjadi khalifah dari kaum Muhajirin, dan setelah sekian lama perdebatan akhirnya keputusan jatuh kepada Abu Bakar dan Umar mengucapkan sumpah setianya lalu diikuti oleh Saad bin Ubadah dan diikuti oleh seluruh umat Islam.
o   Model pemilihan Umar bin Khatab sebagai khalifah
Adapun pemilihan Umar bin Khatab sebagi berikut:
a.      Penunjukan Abu Bakar dengan persetujuan rakyat
Abu Bakar sebagai khalifah pertama menunjuk Umar sebagi khalifah penggantinya, penunjukan tersebut berdasarkan dengan bertanya kepada Abdurrahman bin Auf, Ustman bin Affan, Asid bin Hudhair Al-Anshary, Said bin Zaid serta sahabat-sahabatnya dari kaum Muhajirin dan Anshar. Pada umumnya mereka setuju dengan Abu Bakar dan kemudian disetujui oleh kaum muslim dengan serempak.
b.      Proses pemilihan
Ketika Abu Bakar dalam keadaan sakit ia menyeru kepada Ustman bin Affah untuk menulis wasiat yang mana menunjuk Umar bin Khatab sebagai penggantinya dengan maksud agar ketika sepeninggal beliau tidak ada kemungkinan perselisiahan di kalangan umat Islam untuk masalah khalifah.
Kebijakan Abu Bakar tersebut ternyata diterima oleh masyarakat yang segera secara beramai-rama membaiat Umar sebagai khalifah, sehingga keputusan tersebut bukan keputusan Abu Bakar sendiri namun persetujuan umat muslim semua.
o   Model pemilihan Ustman bin Affan
1.      Berdasarkan kesepakatan dewan majelis dan pengumutan suara terhadap dua calon khalifah
Berbeda dengan Umar bin Khatab, pemilihan Ustman berdasarkan kepada konsensus dewan pemilihan khalifah dan juga terdapat dua kandidat kuat yaitu Ustman bin Affan dan juga Ali bin Abi Thalib yang mana pada akhrnya terpilihlah Ustman sebagai khalifah.
2.      Proses pemilihan
Sebelum Umar wafat karena ditikam oleh seoram budak Persia ia telah membentuk sebuah dewan formatur yang bertugas untuk memilih khalifah baru, dewan tersebut terdiri dari Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Saad bin Abi Waqqas.
Setelah Umar bin Khatab wafat dewan yang telah dibentuk tersebut mengadakan rapat, dan dari keenam dewan tersebut empat diantaranya mengundurkan diri dan tinggallah dua calon kuat yakni, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Namun demikian karena kedua orang yang sangat mulia ini tidak gila terhadap kekuasaan dan jabatan mereka saling menuding dan beranggapan bahwa mereka tidak lebih baik dari lawannya, sehingga Ali menunjuk Ustman sebagai khalifah dan begitu juga sebaliknya.
Kerena kejadian tersebut Abdurrahman bin Auf meminta kepada dewan formatur agar rapat ditunda, dengan tujuan menanyakan persetujuan masyarakat ketika itu. Dan pada akhirnya Ustman yang menjadi khalifah pengganti Umar bin Khatab.
o   Model pemilihan Ali bin Abi Thalib
Secara umum dasar pemilihan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah sama dengan pemilihan Ustman bin Affan, hanya saja calon pada masa ini hanya Ali yang menjadi calon tunggal dari dewan pemilihan khalifah.
Adapun proses awal terjadinya pemilihan Ali bin Abi Thalib adalah sebagai berikut:
a.       Pada awalnya Ali menolak untuk diangkat menjadi khalifah, karena melihat dari berbagai sisi dan berbagai pertimbangan pada akhirnya beliau menyutujuinya.
b.      Namun demikian, terpilihnya Ali sebagai khalifah menyisakan beberapa kelompok pemberontak, yang menuntut agar pembunuhan Ustman bin Affan diusut dan pembunuhnya dihukum.

Note: Kumpulan dan ringkasan dari berbagai buku.
By. Restu A.
Share:

Para Khalifah pada Bani Umayyah dan Abbasiyah


Para Khalifah pada Bani Umayyah dan Abbasiyah
Dinasty Umayyah di Damaskus berkuasa selama lebih kurang 90 tahun (661-750 M), selama rentang waktu tersebut dinasty ini dipimpin oleh 14 khalifah yaitu:
1.      Muawiyah bin Abu Sufyan / Muawiyah I (661-680 M)
2.      Yazid bin Muawiyah / Yazid I (680-683 M)
3.      Muawiyah bin Yazid / Muawiyah II (683 M)
4.      Marwan bin Hakam / Marwan I (683-685 M)
5.      Abdul Malik bin Marwan (685-705 M)
6.      Walid bin Abdul Malik / Walid I (705-715 M)
7.      Sulaiman bin Abdul Malik (715-717 M)
8.      Umar bin Abdul Azis / Umar II (717-720 M)
9.      Yazid bin Abdul Malik / Yazid II (720-724 M)
10.  Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M)
11.  Walid bin Yazid / Walid II (743-744 M)
12.  Yazid bin Walid I / Yazid III (744 M)
13.  Ibrahim bin Walid I (744)
14.  Marwan bin Muhammad / Marwan II (744-750 M)

Dinasty Abbasiyah berkuasa sangat lama yakni selama lima abad lebih tepatnya sejak 750-1258 M, tercatat ada 37 khalifah yang pernah memimpin di dalam nya namun, hanya Sembilan khalifah yang benar-benar secara de facto memegang kekuasaan. Berikut Sembilan nama khalifah dari Bani Abbasiyah:
1.      Abu Abbas As-Saffah (750-754 M)
2.      Abu Jakfar Al-Mansur (754-775 M)
3.      Al-Mahdi (775-785 M)
4.      Al-Hadi (785-786 M)
5.      Harun Ar-Rasyid (786-809 M)
6.      Al-Amin (809-813 M)
7.      Al-Makmun (813-833 M)
8.      Al-Mu’tashim (833-842 M)
9.      Al-Watsiq (842-847 M)

By. Restu Andrian.
Share:

Sabtu, 20 Oktober 2012

SEJARAH DAKWAH RASULULLAH PADA PERIODE MEKKAH


Ciri-ciri masyarakat yang dihadapi Rasulullah pada periode Mekkah
Sebelum Islam datang masyarakat mekkah ketika itu masi menyembah berhala-berhala yang di tempatkan di dalam ka’bah, zaman ini juga dikenal dengan zaman jahiliyah. Mekkah merupakan tempat pertama yang di dakwah oleh Rasulullah. Adapun ciri-ciri masyarakat Mekkah ketika itu adalah: 
1.      Menyembah berhala.
2.      Membunuh dan berperang serta berzina selain itu mereka juga senang mengubur anak perempuan hidup-hidup karena pada masa itu melekat sebuah anggapan bahwa mempunyai anak perempuan merupakan sebuah kehinaan yang mendalam.
3.       Persaingan antara keturunan atau kaum ataupun klan-klan yang ada pada saat itu sangat berpengaruh, terutama pada kaum Quraisy dimana saat itu mereka sangat berpengaruh dan mempunyai kekusaan. Sehingga kaum Qurai sangat enggan tunduk kepada nabi Muhammad SAW yang secara garis keturunan berasal dari kaum Abdul Muthalib, karena takut akan kehilangan kekuasaan dan kedudukan.
4.      Taklid kepada nenek moyang, orang-orang di Mekkah sangat kuat memegang teguh kepercayaan nenek moyang mereka. Tradisi tersebut dianggap hal yang mutlak serta membawa keberuntungan dan sangat sulit untuk ditinggalkan.
5.      Membuat ataupun memahat patung adalah salah satu sumber ekonomi masyarakat mekkah saat itu disamping berdagang.
·         Dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekkah
Nabi Muhammada merupakan salah seorang anggota bani Hasyim, suatu kabilah yang ada dalam suku Quraisy, ia lahir pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau bertepatan dengan 20 Agustus 570 M.
Menjelang usia nya yang ke 40 tahun, beliau selalu belkhalwat di gua Hira, sebuah tempat yang terletah beberapa kilometer dari kota Mekkah, di tempat tersebut beliau berusaha menenangkan diri dengan cara bertafakkur. Setelah lama berkhalwat akhirnya pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M, atas perintah Allah SWT, malaikat Jibril datang kehadapan-nya untuk menyampaikan wahyu pertama, yakni surat Al-‘Alaq ayat 1-5.
Share:

Blogger Themes

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blogger Tricks

BTemplates.com