Rasa ingin berbagi dan belajar menjadi inspirasi untuk memulai kehidupan dengan cinta dan kasih sayang. Sehingga dengan demikian tercapailah tujuan hidup manusia. Goresan pena merupakan awal untuk mencapai keindahan walaupun coretan tersebut hanyalah kumpulan goresan dari seorang anak manusia yang sangat fakir akan ilmu! Namun demikian, semoga goresan ini bermamfaat bagi penulis sendiri serta menjadi inspirasi untuk semua.

Kamis, 15 Maret 2012

RIBA di LAKNAT

“Sedirham (uang) riba yang dimakan oleh seorang laki-laki sedang dia mengetahuinya (uang itu hasil riba), lebih keras (siksanya) daripada tiga puluh enam kali berzina”
(hadis riwayat Ahmad).


Apa yang anda pikirkan..?????
Dan apa yang akan ada lakukan...????????
Share:

Minggu, 11 Maret 2012

Miskin dilarang Menikah


Miskin dilarang Menikah(
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.(An-Nur:32)
Dalam kehidupan bermasyarakat banyak teman-teman serta saudara-saudara yang berada disekeliling kita takut untuk menikah, dengan berbagai alasan yang dikemukakan salah satunya adalah karena merasa belum mampu untuk menghidupi kehidupan keluarganya dimasa mendatang, teman-teman serta saudara-saudara kita yang muda-muda tersebut terlalu takut akan masa depan dan penghidupan anak-anak mereka dimasa mendatang.
Ditambah lagi dengan adanya adat istiadat yang menetapkan jumlah mahar dalam pernikahan yang sangat tinggi, sehingga seorang pria muda terutama yang berpenghasilan dibawah rata-rata menjadi sangat frustasi karena tidak dapat meminang wanita yang dicintai.
Alasan tersebut sangat rasional karena dengan situasi perekonomian bangsa yang sangat tidak menentu, harga bahan pokok yang sangat tinggi, ditambah lagi dengan sempitnya lapangan kerja yang tersedia dari berbagai sektor. Hingga Februari 2011, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,12 juta orang. Jumlah ini menurun 470 ribu orang dibandingkan Februari 2010 yang sebanyak 8,59 juta orang (Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Kamis 5/5/2011 yang dikutip oleh Finance.Detik.com).
Walaupun demikian penurunan jumlah penganguran tersebut tidak tampak dan tidaklah berdampak besar bagi rakyat Indonesia khususnya bagi rakyat yang kemampuan ekonominya menengah kebawah.
Dengan tingginya jumlah pengangur di dalam masyarakat tentulah hal tersebut diiringi dengan meningkatnya kegiatan kriminalitas didalam masyarakat, sebagaimana Abu Bakar mengatakan: khusus kejahatan konvensional, pada semester I 2007 terjadi 153.283 kasus dan pada semester I tahun 2008 meningkat menjadi 155.413 kasus atau 1,39 persen (detikinformatika.com). Selanjutnya beliau menambahkan bahwa yang dimaksud dengan kejahatan konvensional adalah pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, pembunuhan, pemerkosaan, uang palsu, perjudian, penggelapan, penipuan, perusakan, dan pemerasan. Yang mana dari sekian banyak kejahatan yang dilakukan tersebut masih dikatagorikan kepada kelas ringan atau “teri”.
Jadi dengan demikian sangatlah beralasan bagi seorang pemuda atau bagi seseorang untuk menunda atau bahkan berencana tidak menikah karena tidak mampuannya didalam sektor ekonomi. Karena walau bagaimanapun masalah ekonomi adalah masalah yang sangat sensitif.
Akan tetapi sebagai bangsa yang berlandaskan “ketuhanan yang maha esa”, maka problematika tersebut janganlah terlalu ditanggapi serius, dan jangan pula berputus asa, sebagaimana ayat yang tersebut diatas, tuhan yakni Allah swt telah menanggung rezeki setiap hambanya dan Allah swt juga akan menanggung dan menyediakan rezeki kepada setiap anak adam yang akan terlahir dan yang telah lahir kedunia ini.
Walaupun demikian, sebagai seorang muslim yang beriman tentunya rezeki yang telah dijanjikan oleh Allah swt tersebut didalam Al-Quran harus dijemput dan dicari, dengan cara berusaha. Serta tidak senantiasa hanya berdoa dengan menegadahkan tangan selama sehari semalam, dan juga tidak dengan berusaha tanpa berdoa. Namun keduanya harus seimbang, yakni: berusaha dengan sekuat tenaga dan berdoa dengan ikhlas serta tulus.
Kemudian dari itu setiap adat yang ada didalam bermasyarakat tersebut bukanlah sebuah syariat, sehingga bila suatu saat kelak tidak dilaksanakan maka tidak akan berdosa.
Bila rezeki untuk hidup didunia telah dijamin oleh sang khalik maka mengapa harus takut menikah…….!!!!!!???
Maka dari sekarang janganlah sungkan-sungkan dan takut menikah, bila sudah siap lahir serta batin maka laksanakanlah pernikahan tersebut karena menikah merupakan salah satu dari pada sunnah Rasul. Selain itu dengan adanya pernikahan maka seseorang akan terhindar dari perbuatan zina.
Dan sebagai seorang muslim yang khaffah maka selektiflah dalam memilih pendamping hidup, yakni pendamping yang dapat menentramkan jiwa jikalau anda sedang “galau” dan penyejuk dikala terik, serta pengingat jikala hilaf. sehingga kelak hidup bahagia dunia dan akhirat. Amin.
Share:

Blogger Themes

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Blogger Tricks

BTemplates.com